Hari / Tanggal :

Obat terampuh Mengatasi Tomcat

Kumbang tomcat bagi petani menguntungkan karena memakan hama padi. Tapi tomcat ditakuti akhir-akhir ini karena penyebarannya sudah sampai ke rumah penduduk juga karena racunnya. Sebagian orang menggunakan pestisida anorganik untuk menyingkirkan kumbang ini. Padahal penggunaan zat kimia berdampak buruk pada hewan dan tanaman sekitarnya.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kota Surabaya menggiatkan pembuatan pestisida organik ramah lingkungan. Bahannya relatif murah karena terbuat dari lengkuas (laos), daun mimbo, dan serai dapur. Koordinator posko pembuatan pestisida organik di instansi ini, Donny Slamet Setiawan, mengatakan teknik pembuatan pestisida ini gampang. Cukup campurkan larutan ketiga tumbuhan tadi satu berbanding satu. "Lalu direbus dengan air 10 liter," kata Donny di Surabaya, Ahad, 25 Maret 2012.

Produksi pestisida organik ini telah digiatkan posko Dinas Pertanian Surabaya sejak merebaknya hama ulat bulu, belalang, serta kepik beberapa bulan lalu. Hama-hama itu sempat merusak daun-daun pepohonan di Surabaya. Saat disemprotkan dengan pestisida organik ini, hasilnya memuaskan. Hewan itu mati.

Ulat bulu bertahan hanya 10 menit. Belalang dan kepik cuma hidup lima menit. "Kalau tomcat malah lebih mudah lagi karena tidak sampai semenit sudah mati," kata Donny.



Mudahnya mendapatkan bahan dan harganya murah, maka Dinas Pertanian memproduksinya dalam jumlah besar. Pestisida organik ini dimasukkan ke botol plastik setengah literan. Cairan berwarna cokelat kehijau-hijauan itu kemudian didistribusikan kepada warga. Alat penyemprotnya bisa memakai penyemprot serangga atau tanaman.

"Jadi kami sekaligus mengedukasi masyarakat agar bertindak sendiri bila di rumahnya ada tomcat," kata Donny.

Dinas sengaja mengembangbiakkan ketiga jenis tanaman itu di kebun belakang kantor. Tujuannya agar pestisida organik bisa diproduksi terus guna mengatasi hewan sejenis tomcat.
Ang orihinal na artikulo o pinagkunan makikita dito