Hari / Tanggal :

Dilayani Polwan Cantik cantik, Begini Aksi Para Pendemo

Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Istana Merdeka diwarnai kericuhan. Polisi dan sejumlah demonstran terlibat aksi saling dorong, juga adu mulut.

Kejadian bermula, saat iringan massa beratribut dan berbendera PDIP memasuki jalan Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Merdeka. Mobil komando berhenti di tengah jalan, massa mengerumuni. Praktis, hal itu menimbulkan kemacetan.

Padahal, banyak kendaraan hendak melintasi jalan itu tampak mengular, macet tak terhindarkan. Polisi kemudian berusaha mengurai kemacetan itu. Mereka menggiring massa yang berada hingga batas kawat berduri merapat ke arah mobil komando, agar ada ruang untuk mobil lewat. Polisi membuat pembatas dengan melintangkan tali tambang warna coklat.

Sejumlah petugas polwan tampak melakukan pendekatan pada para demonstran. Sementara polisi laki-laki tampak menggiring dan sebagian menahan tambang.  Rupanya, ada yang tidak terima diperlakukan seperti itu. Beberapa demonstran berusaha melawan dan mengeluarkan suara tinggi. "Kami ini rakyat, sedang memperjuangkan hak," kata salah satu demonstran.

Seorang Polwan lantas menanggapi, "iya, Pak. tapi rakyat berkepentingan untuk lewat, beri mereka kesempatan."

Seorang demonstran menimpali, "Tutup saja jalannya, mereka juga akan mengerti. ini demi kepentingan rakyat." Tampak dua perempuan separuh baya mendukung mengiyakan protes demonstran pria tadi.

Suasana sempat memanas, nyaris terjadi aksi saling dorong. Beruntung, tidak sempat pecah keributan karena sebagian besar demonstran menuruti merapat ke mobil komando.

Sementara demonstran-polisi adu mulut, di mobil komando tampak anggota Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait berorasi. Dalam orasinya, Maruarar menyatakan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak tepat. Menurutnya, seharusnya DPR menolak usul pemerintah itu.

"Saya duduk di DPR. Saya turun kesini melihat dan menyerap langsung aspirasi. Mayoritas rakyat menolak harga BBM naik," kata Maruarar.
Ang orihinal na artikulo o pinagkunan makikita dito